689477f814b1f

Jakarta, Kabarkupang.com – Pernyataan menohok Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati yang menyoroti rendahnya upah gaji guru dan dosen di Indonesia, menjadi viral dan menyedot perhatian publik.

Ia menerangkan bahwa meskipun anggaran pendidikan tahun 2025 mencapai Rp 724,3 triliun, namun peningkatan kesejahteraan pendidik dalam hal ini dosen dan guru harus dibarengi dengan sistem insentif yang adil serta berbasis kinerja.

“Banyak di media sosial saya selalu mengatakan, menjadi dosen atau guru tidak dihargai karena gajinya enggak besar (kecil), ini salah satu tantangan bagi keuangan negara” kata Sri Mulyani dalam sambutannya dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2025 di Bandung, Kamis (07/08/2025).

Menurut Sri Mulyani, pada akhirnya akan menimbulkan pertanyaan, apakah negara ini harus menanggung seluruh beban anggaran bagi profesi para tenaga pendidik, ataukah tersedia opsi bagi masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam mendukung dunia pendidikan di Indonesia. Meski demikian, Sri Mulyani tak merinci bentuk partisipasi seperti apa yang dimaksud.

“Apakah semuanya harus keuangan negara ataukah ada partisipasi dari masyarakat,” ujarnya.

Untuk diketahui, rata-rata gaji pokok tenaga pendidik dosen di perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia senilai 1,3 kali besaran upah minimum provinsi. Besaran gaji pokok ini setara dengan 143 kilogram beras. Kedua angka perbandingan itu jauh di bawah negara tetangga seperti Thailand, Kamboja, Malaysia dan Vietnam. *(Masabe)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *